ASAL MULA BENDUNGAN MAMAK
Bendungan Mamak dibangun dari tahun 1986-1992. Bendungan Mamak merupakan bendungan pertama yang dibangun di Sumbawa sekaligus bendungan terbesar yang berada di pulau Sumbawa. Bendungan Mamak berlokasi di Dusun Leweng Sarero Kecamatan Lape-Lopok pada saat itu, dengan kapasitas tampung 32.500.000 M³, luas genangan 300,00 Ha, irigasi baku 5.173,00 Ha, panjang bendungan dari batang bendungan sampai talang ± 9 KM.
Dalam proses pembangunan bendungan Mamak ada beberapa PT besar yang bekerja sama dalam mendukung proses pembangunan bendungan yaitu PT. Indah Karya/ Karya Indah, PT.. Dumes, PT. M. TANA, PT WK, dan PT. Barata. pada tahun 1986 PT. Indah Karya Indah datang melakukan survey lokasi di mana akan dilakukannya pembangunan bendungan yaitu di Dusun Leweng Sarero, dalam pengawasan orang-orang Prancis, Sri Lanka, dan Jepang dengan tujuan pengecekkan lokasi, mengukur titik, memberi tanda atau memasang patok, dan membuat gambar lokasi bendungan dari area pemukiman, lahan persawahan, perkebunan, serta ladang. Setelah itu, pemerintah bersama masyarakat setempat mengadakan rapat dan musyawarah berhubungan dengan rencana pembangunan bendungan di lokasi Leweng Sarero. Dalam musyawarah tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa masyarakat setuju akan dilakukan pembangunan bendungan Mamak di lokasi tersebut dengan catatan pemerintah siap merelokasi masyarakat ke tempat lain atau pemindahan pemukiman warga yang bermukim di sekitaran lokasi pembangunan bendungan dan memberikan ganti rugi, rumah, dan lahan masyarkat yang ada di lokasi tersebut.
Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Bupati dan Gubernur, sedangkan peresmian dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 11 April 1992.
Bendungan Mamak memiliki letak yang sangat strategis, di kelilingi oleg gunung yang begitu subur serta banyaknya anak sungai sehingga suasana Bendungan Mama sangat sejuk. disebelah timur dari bendungan terdapat subuaah lampas(air terjun) Kokar Jamang, dan disebelah barat juga terdapat sebuah lampas (air terjun) batu panyang/ kokar Leweng. kemudian di batang bendungan terdapat sebuah prasasti atau monumen sebuah batu besar yang berdiri kokoh bebrbentu segi empat dengan ketinggian ± 5 meter dan lebar sekitar 5 meter yang di mana masyaraakat menyebutnya Batu Ka'bah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar